Saturday, March 3, 2018

CARA MENYUSUN KISI-KISI SOAL

PENYUSUNAN KISI-KISI


Bagian penting pada ahir pembelajaran adalah melakukan evaluasi/tes, evaluasi berguna bagi guru untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan dari proses belajar mengajar. Keberhasilan proses belajar mengajar dapat diukur dari kemampuan siswa dalam memahami materi yang telah dipelajari.
Baik tidaknya sebuah evaluasi dalam mengukur tingkat keberhasilan siswa sangat ditentukan dari kemampuan guru dalam mempersiapkan/menyusun perangkatnya. Dalam penyusunan perangkat evaluasi seringkali  guru mengalami kesulitan, karena dalam penyusunan tersebut diperlukan berbagai pertimbangan agar perangkat evaluasi yang dibuat tidak benar-benar dapat mengukur kepampuan siswa.
Perangkat evaluasi yang baik  harus memenuhi beberapa kriteria diantaranya validitas soal-soal yang akan diujikan kepada peserta didik. Bagian penting sebelum proses penyusunan perangkat evaluasi adalah penyusunan kisi-kisi.
Kidi-kisi adalah suatu format atau matriks yang memuat kriteria tentang soal-soal yang diperlukan atau    yang hendak disusun. Kisi-kisi juga dapat diartikan test blue-print atau table of specification merupakan deskripsi kompetensi dan materi yang akan diujikan. Wujudnya adalah sebuah tabel yang memuat tentang perperincian materi dan tingkah laku beserta imbangan/proporsi yang dikehendaki oleh penilai. Tiap kotak diisi dengan bilangan yang menunjukkan jumlah soal (Suhasimi, 2007:185). Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan sebagai petunjuk dalam menulis soal. 

Kisi-kisi berfungsia sebagai berikut :
1.     Panduan/pedoman dalam penulisan soal  yang hendak disusun
Pedoman penulisan soal meurupakan aspek tepenting ketika guru hendak memberikan soal kepada siswa, pedoman tersebut akan menjadi acuan bagi guru dalam penulisan soal sehingga akan memudahkan dalam pembuatan soal.
2.     Penulis soal akan menghasilkan soal-soal yang sesuai dengan tujuan tes.
Tes merupakan bahan evaluasi guru terhadap keberhasilan peserta didik dalam pembelajaran yang disampaikan, guru dalam mengevalusi peserta didik akan memberikan soal tes evaluasi yang bermacam-macam sesuai dengan tujuan pencapaian evalusi terhadap pembelajaran tertenu. Dalam pembuatan soal yang menggunakan kisi-kisi, penulis akan menghasilkan soal-soal yang sesuai dengan tujuan tes.
3.     Penulis soal yang berbeda akan menghasilkan perangkat soal yang relatif sama, dari segi tingkat kedalamannyas segi cakupan materi yang ditanyakan.
Penulisan kisi-kisi berfungsi untuk menselaraskan perangkat soal, sehingga hal ini juga akan mempermudah dalam proses evaluasi.

Kisi-kisi yang baik harus memenuhi persyaratan berikut ini:
a.         Kisi-kisi harus dapat mewakili isi silabus/kurikulum atau materi yang telah diajarkan  secara tepat dan proporsional.
b.         Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami.
c.         Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuatkan soalnya.

Penulisan kisi-kis soal adalah kerangka dasar yang dipergunakan untuk penyusunan soal dalam evaluasi proses pendidikan dan pembelajaran. Dengan kisi-kisi soal ini, maka seorang guru dengan mudah dapat menyusun soal-soal evaluasi. Kisi-kisi soal inilah yang memberikan batasan guru dalam menyusun soal evaluasi.
Dengan kisi-kisi penulisan soal maka tidak akan terjadi penyimpangan tujuan dan sasaran dari penulisan soal untuk evaluasi penulisan soal. Guru hanya mengikuti arah dan isi yang diharapkan dalam kisi-kisi penulsan soal yang dimaksudkan.
Dalam penulisan kisi-kisi soal, guru harus memperhatikan hal-hal berikut:
1.     Nama sekolah
Nama sekolah ini menunjukkan tempat penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran yang akan dievaluasi proses pembelajarannya. Ini merupakan identitas sekolah.
2.     Satuan pendidikan
Satuan pendidikan menunjukkan tingkatan pendidikan yang menyelenggarakan proses pendidikan dan akan dievaluasi. Satuan pendidikan ini  misalnya SD, SMP, SMA/SMK.
3.     Mata Pelajaran
Mata pelajaran yang dimaksudkan dalam hal ini adalah mata pelajaran yang akan dibuatkan kisi-kisi soal dan dievaluasi hasil belajar anak-anak. Misalnya Matematika.
4.     Kelas/semester
Kelas/semester menunjukkan tingkatan yang akan dievaluasi, dengan menvantumkan kelas atau semsester ini, maka kita semakin tahu batasan materi yang akan kita jadikan soal evaluasi proses.
5.     Kurikulum acuan
Seperti yang kita ketahui model kurikulum di negeri ini selalu berganti, akhirnya ada tumpah tindih antara kurikulum yang digunakan dan kurikulum baru. Untuk hal tersebut maka kita informasikan kurikulum yang digunakan dalam penyusunan kisi-kisi penulisan soal. Misalny, KTSP.
6.     Alokasi waktu
Alokasi waktu ini ditulis sebagai penyediaan waktu untuk penyelesaian soal. Dengan alokasi ini, maka kita dapa memperkirakan kesulitan soal. Dan jumlah soal yang harus dibuat guru agar anak-anak tidak kehabisan waktu saat mengerjakan soal.
7.     Jumlah soal
Jumlah soal menunjukkan berapa banyak soal yang harus dibuat dan dikerjakan anak-anak sesuai dengan jatah alokasi waktu yang sudah dikerjakan untuk ujian bersangkutan. Dalam hal ini guru sudah memperkirakan penggunaan waktu untk masing-masing soal.
8.     Penulis/guru mata pelajaran
Ini menunjukkan identias guru mata pelajaran atau penulis kisi-kisi soal. Hal ini sangat penting untuk mengetahui tingkat kelayakan seseorang dalam penuisan kisi-kisi dan soalnya.
9.     Standar kompetensi
Standar kompetensi menunjukan kondis standar yang akan dicapai oleh peserta didik setelah mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran. Dengan standar kompetensi ini maka guru dan anak didik dapat mempersiapakan segala yang harus dilakukan.
10.  Kompetensi dasar
Kompetensi dasar menunjukkan hal yang seharusnya dimiliki oleh anak didik setelah mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran. Dalam penulisan kisi-kisi soal aspek ini kita munculkan untuk mengevaluasi tingkat pencapaiannya.
11.  Materi pelajaran
Ini menunjukkan semua materi yang  diberkan untuk proses pendidikan dan pembelajaran. Dalam penulisan kisi-kisi soal, aspek ini merupakan batasan isi dari materi pelajaran yang kita jadikan soal.
12.  Indikator soal
Indicator soal menunjukan perkiraan kondisi yang diambil dalam soal ujian. Indikasi yang bagaimana dari materi pelajaran yang diterapkan disekolah.
13.  Bentuk soal
Bentuk soal yang dimaksudkan adalah subjektif tes atau objektif tes. Untuk memudahkan kita dalam menyusun soal, maka kita harus menentukan bentuk yes dalam setiap materi pelajaran yang kita ujikan dalam proses evaluasi.
14.  Nomor soal
Nomor soal menunjukkan urutan soal untuk materi atau soal yang guru buat. Dal hal ini, setiap standar kompetensi dan kompetensi dasar, penulisan nomor soal dikisi-kisi penulisan soal tidak selalu berurutan.guru dapat menulis secara acak. Misalnya,  standar kompetensi A dan komptensi dasar A1 dapat saja diletakkan pada nomor 3 dan seterusnya sehingga tidak selalu standar kompetensi pertama dan kompetensir dasar pertama harus diurutkan di nomor satu.

Sebelum menyusun kisi-kisi dan butir soal perlu ditentukan jumlah soal setiap kompetensi dasar dan penyebaran soalnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh penilaian akhir semester berikut ini.
Contoh penyebaran butir soal untuk penilaian akhir semester ganjil

No

Kompetensi
Dasar

Materi
Jumlah soal tes tulis
Jumlah soal
Praktik
PG
Uraian
1
1.1 ............
...........
6
--
--
2
1.2 ............
...........
3
1
--
3
1.3 ............
...........
4
--
1
4
2.1 ............
...........
5
1
--
5
2.2 ............
...........
8
1
--
6
3.1 ............
...........
6
--
1
7
3.2 ...........
...........
--
2
--
8
3.3 ..........
...........
8
--
--
Jumlah soal
40
5
2
                                                      

KISI-KISI PENULISAN SOAL

Jenis sekolah      :………………………                          Jumlah soal         :…………
Mata pelajaran   :………………………                          Bentuk soal/tes   :  ..................
Kurikulum         :  ………………………                        Penyusun            :  1.  …………………
 Alokasi waktu   : ………………………                                                     2.  …………………                                           
No.
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Kls/
smt
Materi
pokok
Indikator soal
Nomor
soal







Keterangan:

Isi pada kolom 2, 3. 4, dan 5 adalah harus sesuai dengan pernyataan yang ada di dalam silabus/kurikulum. Penulis kisi-kisi tidak diperkenankan mengarang sendiri, kecuali pada kolom 
Continue reading CARA MENYUSUN KISI-KISI SOAL

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)

Rencana pelaksanaan pembelajaran


Rencana pelaksanaan pembelajaran, atau disingkat RPP, adalah pegangan seorang guru dalam mengajar di dalam kelas. RPP dibuat oleh guru untuk membantunya dalam mengajar agar sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada hari tersebut.

Hakikat RPP

Menurut Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar.
Selanjutnya menurut Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 lampiran IV tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran, tahapan pertama dalam pembelajaran menurut standar proses adalah perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan peyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. RPP adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu mengacu pada silabus.
Sementara itu menurut Panduan Teknis Penyusunan RPP di Sekolah Dasar, RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemua atau lebih. RPP dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran siswa dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).
Setiap pendidik pada suatu pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. RPP disusun berdasarkan KD atau subtema dan dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
Pengembangan RPP dapat dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran dengan maksud agar RPP telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap awal pelaksanaan pembelajaran. Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara individu maupun berkelompok dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) di gugus sekolah, di bawah koordinasi dan supervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan. Kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar merupakan pendekatan pembelajaran Tematik Terpadu dari kelas I sampai kelas VI.

Prinsip-pirinsip Pengembangan RPP

Pengembangan RPP mengikuti prinsip-prinsip berikut:
  • Baris isi
  1. RPP merupakan terjemahan dari ide kurikulum yang berdasarkan silabus yang telah dikembangkan pada tingkat nasional ke dalam betuk rancangan proses pembelajaran untuk direalisasikan dalam pembelajaran.
  2. RPP dikembangkan sesuai dengan yang dinyatakan dalam silabus dengan kondisi pada satuan pendidikan baik kemampuan awal peserta didik, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan emosi, maupun gaya belajar.
  3. RPP mendorong partisipasi aktif peserta didik.
  4. RPP sesuai dengan tujuan Kurikulum 2013 untuk menghasilkan peserta didik yang mandiri dan tak berhenti belajar.
  5. RPP mengembangkan budaya membaca dan menulis.
  6. Proses pembelajaran dalam RPP dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam bentuk tulisan.
  7. RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, remedi, dan umpan balik.
  8. RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara KI dan KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belalajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
  9. RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

Komponen dan sistematika RPP

Menurut Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 Lampiran IV tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Pembelajaran, RPP paling sedikit memuat:
  • Tujuan pembelajaran
  • Materi pembelajaran
  • Metode pembelajaran
  • Sumber belajar
  • Penilaian
Komponen tersebut diwujudkan dalam format berikut:
Format RPP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : ................................
Kelas/ Semester : ..................................
Tema/ Subtema : ....................................
Alokasi Waktu : ....................................
A. Kompetensi Inti (KI)
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
  1. ....................... (KD pada KI-1)
  2. ....................... (KD pada KI-2)
  3. ....................... (KD pada KI-3)
Indikator: .......................
  1. ....................... (KD pada KI-4)
Indikator: .......................
C. Tujuan Pembelajaran
D. Materi Pembelajaran
E. Metode Pembelajaran
F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
  1. Pendahulaun (... menit)
  2. Kegiatan Inti (... menit)
  3. Penutup (... menit)
H. Penilaian
  1. Jenis/ Teknis Penilaian
  2. Bentuk Instrumen dan Instrumen Penilaian
  3. Pedoman Penskoran

Langkah-langkah mengembangkan RPP

Menurut panduan teknis penyusunan RPP di Sekolah Dasar, pengembangan RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik atau yang disebut RPP Tematik. RPP tematik adalah rencana pembelajaran tematik terpadu yang dikembangkan secara rinci dari suatu tema. Langkah-langkah pengembangan RPP tematik adalah:
  1. Mengkaji silabus tematik
  2. Mengidentifikasi materi pembelajaran
  3. Menentukan tujuan
  4. Mengembangkan kegiatan Pembelajaran
  5. Penjabaran jenis penilaian
  6. Menentukan alokasi waktu
  7. Menentukan sumber belajar

sumber :https://id.wikipedia.org
Continue reading Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)

Cara Menghitung Alokasi Waktu Pembelajaran

Analisis/perhitungan Alokasi Waktu

Sebelum melakukan perhitungan alokasi waktu bahan yang harus kita persiapkan adalah :
1.      Kalender Pendidikan (Kaldik); untuk menghitung Minggu Efektif
2.      Struktur Kurikulum; untuk melihat alokasi Mata pelajaran per minggu
Alokasi waktu adalah waktu yang dibutuhkan untuk ketercapaiann satu Kompetensi Dasar (KD) dengan memperhatikan :
-          Minggu Efektif Persemester
-          Alokasi waktu mata pelajaran
-          Jumlah Kompetensi per semester
Langkah-langkah perhitungan alokasi waktu adalah sebagai kerikut :
1.      Langkah pertama menghitung jumlah minggu dalam satu semester, dengan cara mencatat jumlah minggu setiap bulannya dari Juli sampai Desember untuk semester satu dan bulan Januari sampai Juni untuk semester ke dua.
No.
Nama Bulan
Banyak Minggu
1
Juli

2
Agustus

3
September

4
Oktober

5
Nopember

6
Desember


Jumlah


2.      Langkah kedua adalah menghitung jumlah Minggu tidak Efektif.
Analisis jumlah minggu tidak efektif (minggu yang dijadwalkan untuk kegiatan selain KBM), langkahnya sama seperti menghitung jumlah minggu setiap bulan
Banyak Minggu tidak efektif :
No.
Nama Bulan
Banyak Minggu
1
Juli

2
Agustus

3
September

4
Oktober

5
Nopember

6
Desember


Jumlah


3.      Langkah ketiga adalah menghitung Minggu Efektif (ME)
Minggu efektif diperoleh dari pengurangan Jumlah Minggu dengan Jumlah Minggu Tidak Efektif (      ………Minggu - …….Minggu = ……….Minggu)
4.      Setelah Minggu Efektif sudah ditemukan, selanjutnya kita lihat Alokasi Waktu Mata Pelajaran (Jam Perminggu) yang tertera pada Struktur Kurikulum.

5.      Menentukan Banyak Jam Efektif (JE)
Banyaknya jam efektif di dapatkan dari Jumlah Minggu Efektif dikali Jumlah Jam Mata Pelajaran Perminggu(JMP) (lihat Struktur Kurikulum). Misalnya JME = 18 minggu, JMP mapel IPA dalam Struktur Kurikulum 4 jam, maka perhitungannya adalah sebagai berikut :
 18 Minggu x  4 Jam :  72 Jam
6.      Mendistribusikan Alokasi Waktu Per KD.
Alokasi waktu per KD didapat dari Jam Efektif (JE) dibagi sejumlah Kompetensi Dasar (KD) tiap mata pelajaran dengan pembagian disesuaikan dengan kompleksitas KD.

Contoh distribusi  Alokasi Waktu Per KD adalah sebagai berikut :
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Alokasi Waktu
Energi dan Perubahannya










5.  Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya
5.1  Mendeskripsikan hubungan antara gaya, gerak dan energi melalui percobaan (gaya gravitasi, gaya gesek, gaya magnet)
6
5.2  Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat
8
6.  Menerapkan  sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya/model
6.1 Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya
6
6.2 Membuat suatu karya/model, misalnya periskop atau lensa dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya
6
Bumi dan Alam Semesta


7.  Memahami  perubahan  yang  terjadi di  alam  dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam
7.1  Mendeskripsikan proses pembentukan tanah karena pelapukan
8
7.2  Mengidentifikasi jenis-jenis tanah
8
7.3  Mendeskripsikan struktur bumi
6
7.4 Mendeskripsikan proses daur air dan kegiatan manusia yang dapat mempengaruhinya
6
7.5 Mendeskripsikan  perlunya  penghematan air
6
7.6 Mengidentifikasi peristiwa  alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi makhluk hidup dan lingkungan
6
7.7 Mengidentifikasi  beberapa kegiatan manusia yang dapat mengubah permukaan bumi (pertanian, perkotaan, dsb)
6


72

Demikian cara memghitumh alokasi waktu yang dijabarkan dalam setiap KD. Selanjutnya Alokasi waktu ini dijabarkan dalam Prota, Promes dan Silabus.

Untuk contoh lengkat Perhitungan Alokasi Waktu bisa di unduh pada link di bawah ini

PERHITUNGAN ALOKASI WAKTU
Continue reading Cara Menghitung Alokasi Waktu Pembelajaran